Tuesday, May 31, 2016
Serat Wulangreh, Paku Buwana IV 1768 M
Sunday, May 1, 2016
Bahasan utama dalam Filsafat Islam
Sunday, August 2, 2015
Empat Prinsip Kerja Medan Magnetik dalam Perangkat Elektromekanik
Medan Magnetik merupakan mekanisme paling dasar dalam konversi satu bentuk energi ke bentuk lain di dalam motor, generator, dan trafo. Ada empat prinsip dasar yang menjelaskan bagaimana medan magnetik berperan dalam perangkat2 tersebut:
- Kawat yang dialiri arus listrik menghasilkan medan magnetik di sekitarnya.
- Medan magnetik yang berubah terhadap waktu menginduksi (membangkitkan) tegangan pada lilitan kawat bila medan tersebut melintasi lilitan. (Prinsip kerja trafo.)
- Kawat yang dialiri arus listrik di kawasan suatu medan magnetik akan terinduksi (terbangkitkan) gaya padanya. (Prinsip kerja motor.)
- Kawat yang bergerak di kawasan suatu medan magnetik akan terinduksi (terbangkitkan) tegangan di dalamnya. (Prinsip kerja generator.)
Saya terjemahkan dari:
Chapman, S. (2005). Electric Machinery Fundamentals (4th ed.). Singapore: McGraw-Hill. hal. 8
Tuesday, May 19, 2015
Beda Filsafat dan Hikmah
Perkataan "Filsafat" bukanlah bahasa Arab. Sebelum Islam datang, orang Arab tidak mempunyai filsafat, meskipun mereka mempunyai Hikmah dan Hukama, mempunyai Bijaksanan dan para Bijaksanawan. Dalam al-Quran, berulang-ulang kita dapati perkataan Hikmah, dan berulang kali pula dinyatakannya bahwa Hikmah itu, diperoleh dari Tuhan. Hikmah ini, suatu barang yang bukan luar biasa lagi sebagai kurnia Tuhan bagi semua bangsa. Tidak demikian halnya dengan filsafat. Filsafat merupakan suatu bentuk ilmu pengetahuan, yang hanya diciptakan oleh orang-orang Yunani dahulu kala. Karena Tuhan memberikan akal, dimana manusia menggunakannya untuk membentuk filsafat.
[Filsafat Islam, 1964, Dr. Oemar Amin Hoesin, Bulan Bintang Jakarta]
Sunday, April 12, 2015
mencapai kebenaran
[Tulisan ini saya kutip dari: Filsafat Islam, 1964, Dr. Oemar Amin Hoesin, Bulan Bintang Jakarta]
Perkataan filsafat berarti: "Cinta kebenaran". Apakah kebenaran itu? untuk mencapai kebenaran, orang lebih dahulu harus mempunyai pengertian. Agaknya lebih baik kata pengertian ini kita ganti saja dengan pengetahuan. Jikalau pengetahuan seseorang sesuai dengan hal-hal yang diketahuinya, maka ini dikatakan: ia sudah mencapai suatu kebenaran bagi dirinya sendiri.
Dengan demikian pengetahuan yang benar adalah suatu pengetahuan yang sesuai dengan objeknya. Pelajar-pelajar filsafat biasa menyebutkannya dengan objektivitas.
Saturday, April 4, 2015
Bedanya Filsafat Islam dan Filsafat Yunani
[Filsafat Islam, 1964, Dr. Oemar Amin Hoesin, Bulan Bintang Jakarta, hal. 38-39]
Tuesday, March 4, 2014
PDF: Pengenalan Kalman Filter
Sunday, November 24, 2013
Membuka File .BOK
Tuesday, November 5, 2013
Al-Ushul min 'Ilmil Ushul, Syaikh Utsaimin
kitab ini ditulis oleh Syaikh Sholih al-Utsaimin untuk materi pelajaran madrasah tsanawiyah tahun ke tiga. memuat definisi penting dan juga macam-macam prinsip berfikir dalam menarik kesimpulan dari dalil-dalil al-Quran dan al-hadits. kitab ini bagus untuk pemula dan siapa saja yang bahasa arabnya masih dalam tahap belajar.
Sunday, October 27, 2013
Fath al-Muin, Syaikh al-Malibari
Kitab Fath al-Mu’in (Fatchulmu’in), syarah Qurrotul ‘ain bi mahmat ad-diin
Karya Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari al-Fanani al-Hindi (1522 M)
kitab fiqih, 4 jilid, berbahasa arab
download di sini (4 file format .doc, 373 KB)
atau, kunjungi portal koleksi kitab-kitab klasik islam http://www.kitabklasik.net/
Sunday, October 13, 2013
Tuhfat al-Ahwadzi, Syaikh Mubarokfuri
disaat mencari-mencari (di Google) dalil-dalil tentang ‘mengangkat tangan dalam doa setelah sholat fardhu’, baik yang pro maupun kontra, saya bertemu artikel blog yang mengutip penjelasan seorang ulama Asy-Syaikh Shafiurrahman Al-Mubarakfuri (wafat 1427 H) yang tertulis di kitab Tuhfat al-Ahwadzi bi Syarh Jami' al-Tirmidzi.
Sunday, September 22, 2013
Al-munqidz min Ad-dholal
Imam Al-Ghozali adalah salah satu ulama inspiratif bagi saya. Buku ini adalah salah satu karyanya, berjudul Al-munqidz min ad-dholal atau Pembebas dari Kesesatan.
Buku ini memaparkan perjalanan intelektual dan spiritual imam al-Ghozali, apa saja yang beliau risaukan, dan hikmah-hikmah yang beliau pahami.
Monday, October 31, 2011
Kelak Nabi Isa Turun ke Bumi?
Dikutip dari:
HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Juz III, Suroh Ali Imron, Ayat 55
Berkata pula Syaikh Mahmoud Syaltout, Syaikh Jami’ Al Azhar (meninggal tahun 1963), tentang Hadits-Hadits bahwa Nabi Isa akan turun – Demikian kata beliau: “Riwayat-riwayat itu adalah kacau balau, berlain-lain saja lafazhnya dan maknanya yang tidak dapat dipertemukan. Kekacau-balauan ini dijelaskan benar-benar oleh Ulama Hadits. Dan di atas dari itu semua, yang membawa riwayat ini ialah Wahab bin Munabbah dan Ka’ab Al Ahbar, kedaunya itu ialah ahlul-kitab yang kemudian memeluk Islam, dan sudahlah dikenal derajat keduanya dalam penialaian ahli-ahli Jarh dan Ta’dil (ahli penyelidik nilai Hadits).
Meskipun Hadits yang dirawikan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun ada pula, apabila Hadits itu shahih, namun dia adalah Hadits Ahad. Dan Ulama telah Ijma’ bahwasannya Hadits Ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar akidah dan tidak sah dipegang dalam urusan-urusan yang gaib.
Tentang Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Isa dan Yahya ketika Mi’raj bukanlah alas an yang kuat buat membuktikan bahwa Isa AS hidup di langit, tetapi itu hanyalah pertemuan kerohanian belaka, bukan pertemuan tubuh. Keterangan tentang ini dapat dilihat dalam kitab Fathul Bari dan Zadil Ma’ad.Bagaimana Keadaan Nabi Isa Sekarang?
Dikutip dari:
HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Juz III, Suroh Ali Imron, Ayat 55
---------------------------------------------------------
Dan berkata pula Syaikh Mustafa Al Maragi, Syaikh Jami’ Al Azhar yang terkenal sebelum Perang Dunia ke-2, menjawab pertanyaan orang tentang ayat ini: “Tidak ada dalam Al Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa a.s. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya. Adapun sabda Tuhan mengatakn: “Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku dan membersihkan engkau dari pada orang-orang yang kafir itu !” – Jelaslah bahwa Alloh mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zhahir-lah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Alloh, sebagaimana Idris a.s. dikatakan Tuhan; “Dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.” Dan inipun jelas pula, yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Alloh, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-Nabi yang lain juga.
Tetapi Jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Alloh dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada Hadits yang memperkatakan hal ini, lalu mereka tafsirkan Al Qur’an disejalankan dengan maksud Hadits-Hadits itu.
Lalu kata beliau: “Tetapi Hadits-Hadits ini tidaklah sampai kepada derajat Hadits-Hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan Nash Al Qur’an dan Hadits-Hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beritikad bahwa Isa Almasih hidup sekarang dengan tubuh dan nyawanya, dan orang menyalahi akidah itu tidaklah kafir dari syariat Islam.”
Monday, September 12, 2011
Jarang ≠ Tidak Masuk Akal, bagian 02
Jarang ≠ Tidak Masuk Akal, bagian 01
Sunday, September 4, 2011
Hikmah Baca Al-Quran
HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Juz XXX, At-Tiin
Prof. Hamka, Ulama besar Tanah Air dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Pertama, menulis dalam Tafsir Al-Azhar,
'Ammati (saudara perempuan ayahku), Uaik Tuo Aisyah meninggal dalam usia 86 tahun. Sejak beberapa tahun sebelum meninggal beliau telah pekak tuli, sehingga tidak mendengar lagi apa yang kita bicarakan dekat beliau. Tetapi sejak masih gadisnya beliau menuruti ajaran ayahnya, Tuanku Syaikh Amrullah yaitu mewiridkan membaca al-Quran sekhatam-sekhatam. Dan kalau tidak ada kesempatan, namun Surat-surat Yaa-Siin, al-Waqi'ah, al-Kahfi, al-Mulk dan beberapa Surat yang lain yang beliau hapal di luar kepada. Dan Surat-surat itulah yang selalu beliau baca. Maka meskipun sudah tua dan telinga sudah pekak, namun beliau tidak sampai pikun. Kerja beliau sehari-hari hanya membaca al-Quran sehingga pekaknya tidak jadi rintangan baginya. Setelah dia sakit akan meninggal, mulutnya masih berkomat-kamit membaca al-Quran. Dan beberapa jam lagi akan menutup mata masih sempat dengan senyum dia berkata bahwa dia mendengarkan suara-suara yang indah merdu membaca al-Quran. Lalu beliau suruh anak cucu yang mengelilingnya turut berdiam mendengarkan bacaan itu. Padahal bacaan itu tidak didengar oleh mereka.